Selamat datang di Tami Dental Care ✦ Senyum sehat untuk seluruh keluargaHei Tami · 0812-1000-3630
TAMI DENTAL CARE ·

Gigi Berlubang Tidak Sakit, Apakah Tetap Harus Ditambal?

Gigi Berlubang Tidak Sakit, Apakah Tetap Harus Ditambal?
Punya gigi berlubang tetapi tidak terasa sakit? Banyak orang justru memilih membiarkannya karena merasa giginya masih baik-baik saja. Padahal, tidak adanya rasa sakit bukan berarti gigi tersebut bebas dari masalah.

Kerusakan gigi pada tahap awal memang sering tidak menimbulkan gejala. Seiring kerusakan berkembang dan lubang semakin dalam, gigi dapat mulai terasa ngilu, sakit saat mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, bahkan mengalami infeksi.

Lalu, kalau tidak sakit apakah tetap harus ditambal? Jawabannya bergantung pada kondisi dan kedalaman kerusakan gigi. Yuk, pahami selengkapnya!

Kenapa Gigi Berlubang Bisa Tidak Terasa Sakit?

Gigi berlubang atau karies terjadi melalui proses ketika bakteri di dalam plak memanfaatkan gula dan pati dari makanan maupun minuman, kemudian menghasilkan asam yang dapat merusak mineral gigi.

Pada tahap awal, kerusakan dapat berupa hilangnya mineral pada email gigi dan biasanya belum menimbulkan gejala. Bahkan, kerusakan awal sebelum terbentuknya lubang masih dapat dihentikan atau diperbaiki dengan pengelolaan yang tepat, termasuk fluoride.

Namun, jika proses kerusakan terus berlanjut hingga terbentuk lubang atau kavitas, kerusakannya sudah bersifat permanen dan perlu mendapatkan penanganan dari dokter gigi.

Jadi, Gigi Berlubang yang Tidak Sakit Harus Ditambal?
Tidak selalu semua kondisi karies langsung membutuhkan tambalan.

Dokter gigi perlu melihat terlebih dahulu apakah kerusakan masih berada pada tahap awal atau sudah membentuk lubang. Pada kerusakan awal yang belum membentuk kavitas, pendekatan non-restoratif seperti penggunaan fluoride dan perbaikan kebersihan mulut dapat menjadi bagian dari penanganan.

Sebaliknya, jika sudah terbentuk lubang pada gigi, tambal gigi umumnya diperlukan untuk memperbaiki bagian gigi yang rusak. Prosedurnya dilakukan dengan mengangkat jaringan gigi yang mengalami kerusakan sesuai kebutuhan, kemudian mengisi dan mengembalikan bentuk gigi menggunakan bahan restorasi.

Jadi, jangan menjadikan “tidak sakit” sebagai tanda bahwa gigi tidak perlu dirawat.

Apa yang Terjadi Jika Gigi Berlubang Dibiarkan?

Gigi berlubang dapat terus berkembang meskipun awalnya tidak menimbulkan rasa sakit.

Jika kerusakan semakin dalam, beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:

Gigi ngilu saat terkena makanan atau minuman manis, panas, atau dingin.
Sakit gigi yang muncul spontan atau saat menggigit.
Lubang pada gigi menjadi semakin besar.
Kerusakan mencapai bagian dalam gigi.
Infeksi hingga terbentuk abses.
Pada kondisi yang lebih berat, gigi dapat mengalami kerusakan parah dan bahkan perlu dicabut.

Itulah mengapa menangani masalah gigi sebelum muncul rasa sakit dapat membantu mencegah kerusakan berkembang lebih jauh.

Apakah Tambal Gigi Bisa Mencegah Gigi Semakin Rusak?

Tambal gigi bertujuan memperbaiki gigi yang sudah mengalami kavitas dengan mengangkat jaringan yang mengalami kerusakan sesuai kebutuhan dan mengisi bagian tersebut dengan bahan tambalan.

Namun, tambalan bukan berarti gigi menjadi kebal terhadap karies selamanya. Gigi yang sudah ditambal tetap perlu dirawat karena kebersihan mulut, pola makan, dan faktor risiko karies tetap berpengaruh terhadap kesehatan gigi.

Karena itu, setelah melakukan tambal gigi, tetap penting untuk:

1. Sikat gigi dua kali sehari
Gunakan pasta gigi berfluoride untuk membantu menjaga mineral gigi dan mencegah perkembangan karies.

2. Bersihkan sela-sela gigi setiap hari
Sisa makanan dan plak yang sulit dijangkau sikat gigi dapat menumpuk di antara gigi.

3. Batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula
Paparan gula yang sering dapat mendukung proses pembentukan asam oleh bakteri penyebab karies.

4. Jangan menunggu sampai sakit untuk melakukan pemeriksaan
Karies pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan masalah lebih dini.

Bagaimana Dokter Menentukan Gigi Perlu Ditambal atau Tidak?

Tidak cukup hanya melihat apakah gigi terasa sakit atau tidak.

Dokter gigi akan mengevaluasi kondisi gigi secara langsung, termasuk melihat tanda-tanda kerusakan. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan tambahan seperti rontgen gigi dapat membantu melihat kerusakan yang tidak terlihat secara langsung.

Setelah mengetahui tingkat kerusakannya, dokter dapat menentukan apakah gigi cukup dipantau dan mendapatkan perawatan pencegahan, perlu ditambal, atau membutuhkan perawatan lain jika kerusakannya sudah lebih dalam.

Kesimpulannya
Gigi berlubang yang tidak sakit tetap perlu diperiksa.

Tidak terasa sakit bukan berarti kerusakan sudah berhenti. Jika baru berupa kerusakan awal tanpa lubang, dokter mungkin dapat mempertimbangkan perawatan non-restoratif. Tetapi jika sudah terbentuk lubang, gigi umumnya perlu diperbaiki dengan tambalan agar kerusakan tidak terus berkembang.

Jadi, daripada menunggu sampai gigi terasa sakit, lebih baik periksa sejak menemukan lubang, perubahan warna, atau kondisi gigi yang terasa berbeda.

Saatnya Cek Kondisi Gigi Anda di Tami Dental Care

Punya gigi berlubang tetapi belum terasa sakit? Jangan tunggu sampai keluhan semakin mengganggu aktivitas.

Di Tami Dental Care, kondisi gigi dapat diperiksa terlebih dahulu oleh dokter gigi untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Yuk, jadwalkan pemeriksaan gigi dan jangan biarkan lubang kecil berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Booking sekarang dan amankan jadwal di cabang Tami Dental Care terdekat.

Bacaan lainnya