Selamat datang di Tami Dental Care ✦ Senyum sehat untuk seluruh keluargaHei Tami · 0812-1000-3630
TAMI DENTAL CARE ·

Gigi Sensitif: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Pencegahannya

Gigi Sensitif: Penyebab, Cara Mengatasi, dan PencegahannyaPernah merasa gigi tiba-tiba ngilu saat minum es, makan makanan manis, atau menikmati minuman panas? Jika rasa ngilu muncul secara singkat tetapi cukup mengganggu, bisa jadi Anda mengalami gigi sensitif atau dentin hypersensitivity.

Gigi sensitif bukan sekadar masalah sepele. Kondisi ini dapat terjadi ketika bagian dentin gigi menjadi lebih terbuka sehingga rangsangan seperti dingin, panas, manis, asam, sentuhan, atau udara dapat memicu rasa ngilu. Dentin memiliki saluran-saluran kecil yang terhubung dengan bagian dalam gigi, sehingga ketika dentin terekspos, rangsangan tertentu dapat menimbulkan rasa sakit yang tajam dan singkat.

Namun, tidak semua gigi yang ngilu berarti hanya mengalami gigi sensitif. Keluhan serupa juga dapat berkaitan dengan gigi berlubang, gigi retak, masalah gusi, atau kondisi lain. Karena itu, penting mengetahui penyebabnya sebelum menentukan perawatan.

Apa yang Menyebabkan Gigi Menjadi Sensitif?

Pada kondisi normal, dentin terlindungi oleh email pada bagian mahkota gigi dan oleh jaringan gusi serta sementum pada bagian akar. Ketika perlindungan tersebut berkurang atau dentin terbuka, gigi dapat menjadi lebih sensitif.

Beberapa penyebab yang cukup umum antara lain:

1. Menyikat gigi terlalu keras
Menyikat gigi dengan tekanan berlebihan tidak membuat gigi menjadi lebih bersih. Sebaliknya, kebiasaan tersebut dapat berkontribusi terhadap keausan permukaan gigi atau masalah pada area dekat garis gusi.
Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan lakukan gerakan menyikat secara lembut namun menyeluruh.

2. Gusi mengalami penurunan
Ketika gusi mengalami resesi, sebagian permukaan akar gigi dapat menjadi terbuka. Berbeda dengan mahkota gigi yang dilindungi email, permukaan akar tidak memiliki lapisan email yang sama, sehingga lebih rentan terhadap rangsangan.
Resesi gusi merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan dentin hypersensitivity.

3. Email gigi mengalami keausan atau erosi
Konsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap erosi gigi. Kebiasaan tertentu seperti menyikat gigi terlalu agresif juga dapat memperburuk keausan.
Ketika lapisan pelindung gigi semakin berkurang, dentin dapat menjadi lebih mudah terekspos dan memicu rasa sensitif.

4. Sering mengonsumsi makanan atau minuman asam
Jeruk, minuman bersoda, minuman berenergi, dan berbagai makanan atau minuman asam dapat memberikan paparan asam pada permukaan gigi.
Bukan berarti semua makanan tersebut harus dihindari. Yang penting adalah memperhatikan frekuensi dan kebiasaan konsumsinya, serta menjaga kebersihan gigi dengan baik.

5. Setelah perawatan gigi tertentu
Pada sebagian orang, gigi dapat mengalami sensitivitas sementara setelah tindakan tertentu, misalnya perawatan yang melibatkan permukaan gigi. Sensitivitas seperti ini perlu dibedakan dari rasa sakit yang menetap atau semakin berat.
Jika keluhan tidak membaik atau justru semakin mengganggu, pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Seperti Apa Ciri-Ciri Gigi Sensitif?

Gigi sensitif biasanya ditandai dengan rasa ngilu yang tajam dan berlangsung singkat setelah terkena pemicu tertentu, seperti:

  • Minuman atau makanan dingin
  • Makanan dan minuman panas
  • Makanan atau minuman manis
  • Makanan asam
  • Udara dingin
  • Sentuhan pada gigi tertentu

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah gigi mana yang terasa ngilu dan kapan rasa tersebut muncul.

Misalnya, jika setiap kali minum air dingin hanya satu gigi yang terasa sangat sakit, jangan langsung menganggapnya sebagai gigi sensitif biasa. Kondisi seperti gigi berlubang atau gigi retak juga dapat menyebabkan rasa sakit pada gigi.

Apakah Gigi Sensitif Bisa Hilang Sendiri?

Keluhan gigi sensitif dapat berkurang dengan menghindari pemicu dan menggunakan perawatan yang sesuai. Namun, menghilangkan rasa ngilu bukan berarti penyebabnya sudah teratasi.

Jika sensitivitas disebabkan oleh gusi yang turun, keausan gigi, erosi, gigi berlubang, retakan, atau masalah lainnya, penyebab tersebut perlu dievaluasi oleh dokter gigi.

Karena itu, apabila rasa ngilu terjadi berulang, hanya mengenai gigi tertentu, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan gigi sebaiknya tidak ditunda.

Cara Mengatasi Gigi Sensitif di Rumah

Ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi keluhan gigi sensitif:

Gunakan pasta gigi untuk gigi sensitif

Pasta gigi dengan bahan desensitisasi tertentu dapat membantu mengurangi sensitivitas. American Dental Association mencatat beberapa bahan aktif, termasuk stannous, potassium, dan arginine, yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi dentin hypersensitivity.

Penggunaan perlu dilakukan secara rutin sesuai petunjuk produk. Jangan hanya menggunakannya ketika gigi sedang terasa ngilu.

Sikat gigi dengan lembut

Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan hindari memberikan tekanan berlebihan. Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride juga merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan gigi.

Kurangi frekuensi paparan makanan dan minuman asam

Jika sering mengonsumsi makanan atau minuman asam, perhatikan frekuensinya. Hindari kebiasaan mengonsumsi minuman asam sedikit-sedikit tetapi berulang kali sepanjang hari karena gigi menjadi lebih sering terpapar asam.

Jangan mengabaikan pemeriksaan gigi

Jika gigi tetap sensitif meskipun sudah mengubah kebiasaan perawatan di rumah, pemeriksaan dokter gigi dapat membantu mencari penyebabnya.

Dalam beberapa kasus, dokter gigi dapat merekomendasikan tindakan tertentu untuk membantu mengurangi sensitivitas sesuai dengan kondisi gigi dan gusi pasien.

Bagaimana Cara Mencegah Gigi Sensitif?

Mencegah gigi sensitif pada dasarnya berkaitan dengan menjaga kesehatan gigi dan gusi serta menghindari kebiasaan yang dapat menyebabkan kerusakan permukaan gigi.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  1. Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
  2. Gunakan sikat gigi berbulu lembut.
  3. Hindari menyikat gigi dengan tekanan terlalu kuat.
  4. Bersihkan sela-sela gigi secara rutin menggunakan floss atau pembersih interdental.
  5. Batasi frekuensi konsumsi makanan dan minuman tinggi asam.
  6. Jangan mengabaikan gigi yang terasa ngilu berulang kali.
  7. Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala untuk mengetahui kondisi gigi dan gusi.
Kapan Gigi Sensitif Perlu Diperiksakan?

Jangan hanya mengandalkan pasta gigi sensitif jika keluhan terus berulang.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan apabila:

  • Ngilu terjadi terus-menerus atau semakin sering.
  • Hanya satu gigi yang terasa sangat sensitif.
  • Rasa sakit muncul tanpa pemicu yang jelas.
  • Gigi terasa sakit saat menggigit.
  • Terlihat lubang atau bagian gigi yang patah/retak.
  • Gusi terlihat turun atau sering mengalami masalah.
  • Rasa sakit berlangsung lebih lama setelah terkena makanan atau minuman panas maupun dingin.

Pemeriksaan diperlukan karena keluhan “gigi ngilu” dapat memiliki penyebab yang berbeda dan penanganannya pun tidak selalu sama.

Jangan Biarkan Gigi Sensitif Mengganggu Aktivitas Anda

Gigi sensitif mungkin terlihat seperti keluhan ringan, tetapi rasa ngilu yang berulang dapat membuat Anda tidak nyaman saat menikmati makanan dan minuman favorit. Terlebih lagi, rasa ngilu bisa memiliki penyebab yang berbeda dan tidak selalu berarti gigi Anda hanya mengalami sensitivitas biasa.

Jika gigi sering terasa ngilu, jangan hanya menahannya atau mengandalkan perawatan sendiri tanpa mengetahui penyebabnya. Pemeriksaan oleh dokter gigi dapat membantu mengetahui kondisi gigi dan gusi serta menentukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Gigi sering ngilu saat makan atau minum? Yuk, periksa dan cari tahu penyebabnya bersama dokter gigi di Tami Dental Care.

📱 Reservasi: 0812-1000-3630
📸 Instagram: @tamidentalcare
🌐 Website: tamidentalcare.co.id

Bacaan lainnya

↑